REVIEW JURNAL
Rangkuman Eksekutif (Executive Summary)
Penelitian ini memetakan perkembangan global riset Smart Farming selama sepuluh tahun terakhir menggunakan analisis bibliometrik terhadap 1.580 publikasi Web of Science.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Smart Farming telah berkembang menjadi salah satu pilar utama transformasi pertanian modern melalui integrasi teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Big Data, sensor, drone, cloud computing, dan precision agriculture.Pertumbuhan publikasi meningkat tajam setelah 2018, menandakan meningkatnya perhatian akademisi dan praktisi terhadap digitalisasi sektor pertanian. Penelitian juga menemukan bahwa kolaborasi internasional semakin kuat dan publikasi cenderung terkonsentrasi pada jurnal bereputasi tinggi.
Di sisi lain, studi menyoroti bahwa kemajuan teknologi belum sepenuhnya diikuti oleh tingkat adopsi di lapangan. Hambatan seperti biaya investasi, kesiapan SDM, literasi digital, interoperabilitas data, dan kebijakan menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, keberhasilan Smart Farming tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi, tetapi juga pada pendekatan sosial, ekonomi, kelembagaan, dan kebijakan yang mendukung.
Secara keseluruhan, Smart Farming diposisikan sebagai enabler penting untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama terkait ketahanan pangan, efisiensi sumber daya, mitigasi perubahan iklim, dan pembangunan pertanian berkelanjutan.
Identitas Jurnal
|
Komponen |
Keterangan |
|
Judul |
Smart Farming and the SDGs: Emerging Research Patterns and
Sustainability Implications |
|
Jurnal |
Agriculture (MDPI) (https://www.mdpi.com/2077-0472/12/10/1745) |
|
Tahun |
2026 |
|
Volume |
16 |
|
Nomor |
1 |
|
Artikel |
81 |
|
Jenis penelitian |
Bibliometric Review |
|
Database |
Web of Science |
|
Jumlah artikel dianalisis |
1.580 artikel |
|
Periode data |
2014–2024 |
Tujuan Penelitian
Penelitian bertujuan untuk:
- memetakan
perkembangan riset Smart Farming;
- mengidentifikasi
tren penelitian;
- menemukan
penulis, institusi, dan jurnal paling berpengaruh;
- mengidentifikasi
tema penelitian dominan;
- menganalisis
kontribusi Smart Farming terhadap SDGs.
Metodologi
Penelitian menggunakan pendekatan bibliometrik dengan
analisis terhadap 1.580 artikel yang terindeks Web of Science selama 2014–2024.
Analisis meliputi produktivitas ilmiah, sitasi, penulis, kolaborasi, serta
penerapan hukum Price, Lotka, Bradford, Zipf, dan indeks Hirsch (H-index).
Temuan Utama
1. Pertumbuhan penelitian sangat cepat
Produksi publikasi meningkat pesat sejak 2018.
Hal ini menunjukkan bahwa Smart Farming telah menjadi salah
satu topik strategis dunia.
Pendorong utamanya antara lain:
- perubahan
iklim
- kebutuhan
pangan
- revolusi
digital
- Industry
4.0
- AI
2. Smart Farming semakin multidisiplin
Penelitian tidak lagi hanya berasal dari bidang pertanian.
Kini berkembang pada bidang:
- Artificial
Intelligence
- Computer
Science
- Remote
Sensing
- Robotics
- IoT
- Data
Science
- Sustainability
- Environmental
Science
3. Teknologi utama yang mendominasi
Beberapa teknologi yang paling sering muncul:
- Internet
of Things (IoT)
- Artificial
Intelligence
- Machine
Learning
- Deep
Learning
- Drone/UAV
- Big
Data
- Cloud
Computing
- GIS
- Satellite
Imaging
- Precision
Agriculture
4. Kontribusi terhadap SDGs
Penelitian menghubungkan Smart Farming dengan berbagai
tujuan SDGs, terutama:
- SDG 2
(Zero Hunger)
- SDG 9
(Industry, Innovation and Infrastructure)
- SDG 12
(Responsible Consumption and Production)
- SDG 13
(Climate Action)
- SDG 15
(Life on Land)
5. Hambatan implementasi
Walaupun teknologi berkembang pesat, adopsi petani masih
menghadapi kendala:
- investasi
awal tinggi
- kurangnya
literasi digital
- keterbatasan
internet pedesaan
- interoperabilitas
data
- keamanan
data
- kurangnya
dukungan kebijakan
- keterbatasan
pelatihan SDM
Kekuatan Penelitian
- Dataset
besar (1.580 artikel).
- Analisis
bibliometrik komprehensif.
- Menggunakan
indikator bibliometrik yang diakui.
- Memberikan
gambaran global perkembangan Smart Farming.
- Mengaitkan
hasil penelitian dengan SDGs.
Keterbatasan
Penulis juga mengakui beberapa keterbatasan:
- hanya
menggunakan Web of Science;
- publikasi
non-Inggris berpotensi terabaikan;
- fokus
pada tren publikasi, bukan efektivitas implementasi lapangan;
- belum
mengevaluasi dampak ekonomi secara empiris.
Implikasi bagi Indonesia
Temuan ini sangat relevan untuk Indonesia karena:
Pertanian presisi
Potensi penggunaan drone, sensor, AI, dan IoT pada:
- padi
- sawit
- kopi
- hortikultura
Efisiensi penggunaan input
Teknologi Smart Farming dapat membantu mengurangi:
- pupuk
- pestisida
- air
- energi
Ketahanan pangan
Digital agriculture dapat meningkatkan:
- produktivitas
- prediksi
panen
- monitoring
hama
- manajemen
risiko iklim
Peluang riset
Masih terbuka penelitian mengenai:
- AI
untuk prediksi hasil panen
- Digital
Twin pertanian
- Blockchain
rantai pasok pangan
- Carbon
farming
- Smart
irrigation
- Autonomous
farming
Poin Taktis (Tactical Points)
Untuk Pemerintah
✓ memperluas infrastruktur
internet desa
✓ memperkuat kebijakan digital
agriculture
✓ memberikan insentif adopsi
Smart Farming
✓ meningkatkan pelatihan petani
✓ membangun platform data
pertanian nasional
Untuk Perguruan Tinggi
✓ memperkuat riset AI pertanian
✓ membangun laboratorium Smart
Farming
✓ memperluas kolaborasi
internasional
✓ mengintegrasikan data science
dalam kurikulum pertanian
Untuk Industri
✓ mengembangkan sensor murah
✓ menyediakan platform analitik
berbasis cloud
✓ mengembangkan dashboard
keputusan bagi petani
✓ memperkuat layanan purna jual
dan pendampingan
Untuk Petani
✓ memulai digitalisasi
pencatatan usaha tani
✓ memanfaatkan sensor sederhana
✓ menggunakan aplikasi prediksi
cuaca
✓ mengadopsi precision farming
secara bertahap
✓ bergabung dalam ekosistem
digital pertanian
Relevansi terhadap SDGs
|
SDG |
Kontribusi Smart Farming |
|
SDG 2 |
Peningkatan produktivitas pangan |
|
SDG 6 |
Efisiensi penggunaan air |
|
SDG 9 |
Inovasi teknologi pertanian |
|
SDG 12 |
Penggunaan input lebih efisien |
|
SDG 13 |
Adaptasi dan mitigasi perubahan iklim |
|
SDG 15 |
Perlindungan ekosistem dan lahan |
Kesimpulan
Jurnal ini menunjukkan bahwa Smart Farming telah berkembang
menjadi tema strategis dalam riset global dan memiliki peran penting dalam
mendukung pertanian berkelanjutan. Meskipun kemajuan teknologi sangat pesat,
tantangan terbesar kini bergeser dari aspek teknis menuju adopsi di lapangan,
kesiapan sumber daya manusia, tata kelola data, dan dukungan kebijakan. Bagi
Indonesia, hasil kajian ini menjadi dasar yang kuat untuk mempercepat
transformasi digital sektor pertanian melalui kolaborasi pemerintah, akademisi,
industri, dan petani agar manfaat teknologi dapat diwujudkan secara luas dan
berkontribusi pada pencapaian SDGs.
Catatan
Penting
Smart Farming and the SDGs: Emerging Research Patterns and
Sustainability Implications
(Pertanian Cerdas dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
(TPB/SDGs): Pola Penelitian yang Muncul dan Implikasi Keberlanjutan)
Rincian Terjemahan Kata
- Smart
Farming: Pertanian cerdas / pertanian presisi / pertanian berbasis
digital.
- SDGs
(Sustainable Development Goals): TPB (Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan).
- Emerging
Research Patterns: Pola penelitian yang sedang berkembang / tren riset
baru.
- Sustainability
Implications: Implikasi keberlanjutan / dampak terhadap keberlanjutan.
[1]

No comments:
Post a Comment