Friday, August 7, 2026

Pertanian Cerdas dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs): Pola Penelitian yang Muncul dan Implikasi Keberlanjutan

REVIEW JURNAL

Rangkuman Eksekutif (Executive Summary)

Penelitian ini memetakan perkembangan global riset Smart Farming selama sepuluh tahun terakhir menggunakan analisis bibliometrik terhadap 1.580 publikasi Web of Science.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Smart Farming telah berkembang menjadi salah satu pilar utama transformasi pertanian modern melalui integrasi teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Big Data, sensor, drone, cloud computing, dan precision agriculture.

Pertumbuhan publikasi meningkat tajam setelah 2018, menandakan meningkatnya perhatian akademisi dan praktisi terhadap digitalisasi sektor pertanian. Penelitian juga menemukan bahwa kolaborasi internasional semakin kuat dan publikasi cenderung terkonsentrasi pada jurnal bereputasi tinggi.

Di sisi lain, studi menyoroti bahwa kemajuan teknologi belum sepenuhnya diikuti oleh tingkat adopsi di lapangan. Hambatan seperti biaya investasi, kesiapan SDM, literasi digital, interoperabilitas data, dan kebijakan menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, keberhasilan Smart Farming tidak hanya bergantung pada inovasi teknologi, tetapi juga pada pendekatan sosial, ekonomi, kelembagaan, dan kebijakan yang mendukung.

Secara keseluruhan, Smart Farming diposisikan sebagai enabler penting untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama terkait ketahanan pangan, efisiensi sumber daya, mitigasi perubahan iklim, dan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Identitas Jurnal

Komponen

Keterangan

Judul

Smart Farming and the SDGs: Emerging Research Patterns and Sustainability Implications

Jurnal

Agriculture (MDPI) (https://www.mdpi.com/2077-0472/12/10/1745)

Tahun

2026

Volume

16

Nomor

1

Artikel

81

Jenis penelitian

Bibliometric Review

Database

Web of Science

Jumlah artikel dianalisis

1.580 artikel

Periode data

2014–2024


Tujuan Penelitian

Penelitian bertujuan untuk:

  • memetakan perkembangan riset Smart Farming;
  • mengidentifikasi tren penelitian;
  • menemukan penulis, institusi, dan jurnal paling berpengaruh;
  • mengidentifikasi tema penelitian dominan;
  • menganalisis kontribusi Smart Farming terhadap SDGs.

 

Metodologi

Penelitian menggunakan pendekatan bibliometrik dengan analisis terhadap 1.580 artikel yang terindeks Web of Science selama 2014–2024. Analisis meliputi produktivitas ilmiah, sitasi, penulis, kolaborasi, serta penerapan hukum Price, Lotka, Bradford, Zipf, dan indeks Hirsch (H-index).

 

Temuan Utama

1. Pertumbuhan penelitian sangat cepat

Produksi publikasi meningkat pesat sejak 2018.

Hal ini menunjukkan bahwa Smart Farming telah menjadi salah satu topik strategis dunia.

Pendorong utamanya antara lain:

  • perubahan iklim
  • kebutuhan pangan
  • revolusi digital
  • Industry 4.0
  • AI

 

2. Smart Farming semakin multidisiplin

Penelitian tidak lagi hanya berasal dari bidang pertanian.

Kini berkembang pada bidang:

  • Artificial Intelligence
  • Computer Science
  • Remote Sensing
  • Robotics
  • IoT
  • Data Science
  • Sustainability
  • Environmental Science

 

3. Teknologi utama yang mendominasi

Beberapa teknologi yang paling sering muncul:

  • Internet of Things (IoT)
  • Artificial Intelligence
  • Machine Learning
  • Deep Learning
  • Drone/UAV
  • Big Data
  • Cloud Computing
  • GIS
  • Satellite Imaging
  • Precision Agriculture

 

4. Kontribusi terhadap SDGs

Penelitian menghubungkan Smart Farming dengan berbagai tujuan SDGs, terutama:

  • SDG 2 (Zero Hunger)
  • SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure)
  • SDG 12 (Responsible Consumption and Production)
  • SDG 13 (Climate Action)
  • SDG 15 (Life on Land)

 

5. Hambatan implementasi

Walaupun teknologi berkembang pesat, adopsi petani masih menghadapi kendala:

  • investasi awal tinggi
  • kurangnya literasi digital
  • keterbatasan internet pedesaan
  • interoperabilitas data
  • keamanan data
  • kurangnya dukungan kebijakan
  • keterbatasan pelatihan SDM

 

Kekuatan Penelitian

  1. Dataset besar (1.580 artikel).
  2. Analisis bibliometrik komprehensif.
  3. Menggunakan indikator bibliometrik yang diakui.
  4. Memberikan gambaran global perkembangan Smart Farming.
  5. Mengaitkan hasil penelitian dengan SDGs.

 

Keterbatasan

Penulis juga mengakui beberapa keterbatasan:

  • hanya menggunakan Web of Science;
  • publikasi non-Inggris berpotensi terabaikan;
  • fokus pada tren publikasi, bukan efektivitas implementasi lapangan;
  • belum mengevaluasi dampak ekonomi secara empiris.

 

Implikasi bagi Indonesia

Temuan ini sangat relevan untuk Indonesia karena:

Pertanian presisi

Potensi penggunaan drone, sensor, AI, dan IoT pada:

  • padi
  • sawit
  • kopi
  • hortikultura

 

Efisiensi penggunaan input

Teknologi Smart Farming dapat membantu mengurangi:

  • pupuk
  • pestisida
  • air
  • energi

 

Ketahanan pangan

Digital agriculture dapat meningkatkan:

  • produktivitas
  • prediksi panen
  • monitoring hama
  • manajemen risiko iklim

 

Peluang riset

Masih terbuka penelitian mengenai:

  • AI untuk prediksi hasil panen
  • Digital Twin pertanian
  • Blockchain rantai pasok pangan
  • Carbon farming
  • Smart irrigation
  • Autonomous farming

 

Poin Taktis (Tactical Points)

Untuk Pemerintah

memperluas infrastruktur internet desa

memperkuat kebijakan digital agriculture

memberikan insentif adopsi Smart Farming

meningkatkan pelatihan petani

membangun platform data pertanian nasional

 

Untuk Perguruan Tinggi

memperkuat riset AI pertanian

membangun laboratorium Smart Farming

memperluas kolaborasi internasional

mengintegrasikan data science dalam kurikulum pertanian

 

Untuk Industri

mengembangkan sensor murah

menyediakan platform analitik berbasis cloud

mengembangkan dashboard keputusan bagi petani

memperkuat layanan purna jual dan pendampingan

 

Untuk Petani

memulai digitalisasi pencatatan usaha tani

memanfaatkan sensor sederhana

menggunakan aplikasi prediksi cuaca

mengadopsi precision farming secara bertahap

bergabung dalam ekosistem digital pertanian

 

Relevansi terhadap SDGs

SDG

Kontribusi Smart Farming

SDG 2

Peningkatan produktivitas pangan

SDG 6

Efisiensi penggunaan air

SDG 9

Inovasi teknologi pertanian

SDG 12

Penggunaan input lebih efisien

SDG 13

Adaptasi dan mitigasi perubahan iklim

SDG 15

Perlindungan ekosistem dan lahan

 

Kesimpulan

Jurnal ini menunjukkan bahwa Smart Farming telah berkembang menjadi tema strategis dalam riset global dan memiliki peran penting dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Meskipun kemajuan teknologi sangat pesat, tantangan terbesar kini bergeser dari aspek teknis menuju adopsi di lapangan, kesiapan sumber daya manusia, tata kelola data, dan dukungan kebijakan. Bagi Indonesia, hasil kajian ini menjadi dasar yang kuat untuk mempercepat transformasi digital sektor pertanian melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, industri, dan petani agar manfaat teknologi dapat diwujudkan secara luas dan berkontribusi pada pencapaian SDGs.

 

Catatan Penting

 

Smart Farming and the SDGs: Emerging Research Patterns and Sustainability Implications

(Pertanian Cerdas dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs): Pola Penelitian yang Muncul dan Implikasi Keberlanjutan)

 

Rincian Terjemahan Kata

  • Smart Farming: Pertanian cerdas / pertanian presisi / pertanian berbasis digital.
  • SDGs (Sustainable Development Goals): TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).
  • Emerging Research Patterns: Pola penelitian yang sedang berkembang / tren riset baru.
  • Sustainability Implications: Implikasi keberlanjutan / dampak terhadap keberlanjutan. [1]

 

 

No comments:

Post a Comment

Bertani Cerdas Dengan IoT, Perawatan Mandiri dari Smartphone Hemat Waktu dan Tenaga Kerja

Berikut adalah review lengkap video "Bertani Cerdas Dengan IoT, Perawatan Mandiri dari Smartphone Hemat Waktu dan Tenaga Kerja" d...